Hakim-hakim 10:15-18
Ketika Tuhan menyatakan bahwa orang Israel seharusnya meminta pertolongan kepada allah yang mereka sembah selama ini, mereka sangat terpukul dan segera mengaku dosa-dosa mereka. Tekanan yang mereka terima dari bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka membuat mereka tidak lagi memiliki harapan untuk berharap pada allah yang mereka sembah yang juga disembah oleh bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka.
Orang Israel tidak hanya sekedar mengaku dosa tetapi pengakuan ini disertai dengan tindakan mereka menjauhkan allah asing dari tengah-tengah mereka. Selama ini allah yang mereka sembah ternyata tidak dapat berbuat apa-apa dan mereka sadar bahwa mereka telah mengabaikan Tuhan Allah yang benar yang telah terbukti kebenaran dan tindakan-tindakan-Nya. Mereka tidak memperhatikan Tuhan tetapi Tuhan selalu memperhatikan mereka.
Tuhan melihat semuanya dan sebenarnya Tuhan tidak pernah mengabaikan mereka. Tuhan selalu setia pada janji-Nya bahwa Dia mengasihi Israel. Kasih-Nya bukan hanya pada saat orang Israel berseru tetapi sejak dulu yaitu sejak Dia menetapkan Israel sebagai bangsa kesayangan-Nya. Dia menempatkan Israel sebagai bangsa yang khusus di hati-Nya dan Dia selalu tahu apa yang harus Dia lakukan untuk mereka.
Setelah mendapat jaminan dari Tuhan maka keberanian pun muncul kembali dalam hati orang Israel. Mereka tahu mereka selalu mengabaikan Tuhan tetapi Tuhan tidak pernah mengabaikan mereka dan kali ini mereka yakin bahwa Tuhan pasti melepaskan mereka dari cengkeraman bani Amon. Sekalipun mereka tidak memiliki seorang pemimpin yang akan memimpin dalam peperangan mereka harus tetap berharap pada Tuhan.
Renungan
Pernahkah kita merasa Tuhan sedang menolak kita ketika kita meminta pertolongan-Nya? Apakah perasaan itu muncul karena kita sadar bahwa kita tidak setia pada-Nya?